![]() |
| Ilustrasi |
Kedua tangan zian
sangat kotor, badannya ber- aroma oli dan muka menjadi cemong tidak menyurutkan
semangat dia dalam bekerja.
Selayaknya bocah
seusianya, bermain kucing-kucingan dan bersekolah menjadi rutinitas. Tetapi dia
memilih untuk tumbuh bersama Vespa dibanding bersekolah dan bermain dengan
teman-teman sebayanya.
Ketika teman-teman
sebayanya asyik bermain, berlari-lari dengan sebuah bola, bahkan
ketika teman-temannya sibuk dengan aktivitas sekolahnya. Ia tetap pada pendiriannya, menjadi montir Vespa yang handal.
“Dia menolak bersekolah, padahal kami mampu menyekolahkannya” ujar Rahman saat menunggu anak
bungsunya tersebut pulang, jumat (29/03). Zian bekerja di bengkel Vespa atas
kemauannya sendiri.
Walaupun hanya
diberi imbalan ketika ada pelanggan yang datang. Tetapi, ia sangat senang.
Rahman mengatakan bahwa anak sulungnya tercatat sebagai sarjana sosial di
universitas Islam Bandung. Hal tersebut membuktikan bahwa keluarganya mampu
menyekolahkan kedua anaknya.
“Saya tidak pernah
menyuruh Zian untuk bekerja dan tidak akan pernah meminta uang hasil kerjanya
tersebut,” ujar Rahman. Ia mengaku pendapatan keluarganya lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Menurut Rahman, yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai
swasta ini, sejak kecil Zian memang sudah diperkenalkan dengan Vespa oleh pamannya.
Pamannya bernama Giri (28), pemilik bengkel vespa di jalan Adipati Agung nomer
42, Kabupaten Bandung.
“Saya tidak
memposisikan Zian sebagai pegawai di bengkel ini”, ujar Giri saat ditemui di
bengkel. “tetapi hanya memfasilitasi hobinya saja,” tambahnya. Giri
mengakui bahwa dirinya tidak memaksa Zian untuk bekerja. Karena ia merasa iba saat melihat Zian berjibaku dengan Vespa.
“Bengkel ini sudah
ada sejak 20 tahun lalu,” ujar Ega yang sehari-hari menjadi pegawai tetap di
bengkel tersebut. Selain itu, Ega menambahkan bahwa dirinya sangat senang
bekerja di bengkel bernama Bahagia Vespa tersebut. Tercatat ada tiga pegawai yang bekerja di Bahagia Vespa. Selain Zian dan Ega, ada seorang lagi yang bernama Agung. Akan tetapi
ia sedang sakit dan sudah lama tidak bekerja lagi.
Pekerjanya professional, bocah yang bekerja sebagai montir, dan onderdil lengkap menjadi nilai positif bagi bengkel tersebut. “Saya sangat kagum
atas keahlian yang dimiliki Zian” ujar Asep, salah seorang pelanggan bengkel. Ia menambahkan bahwa dirinya baru pertama kali melihat bocah yang
bisa memperbaiki vespa selihai Zian.
Tercatat di
Kecamatan Baleendah ada dua bengkel Vespa terkenal di mata pecinta Vespa.
Dan salah satunya adalah Bahagia Vespa. Hal tersebut diutarakan oleh Angga,
ketua dari komunitas Vespa yang berada di Kecamatan Baleendah tersebut.
“Saya sering
berkunjung ke Bahagia Vespa. Selain pekerjaannya cepat, kelengkapan onderdilnya
pun menjadi alasan saya selalu kesini,” ujar Angga saat membeli onderdil vespa
di bengkel tersebut. (Aji Candra Asmara)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar