Blogger Widgets

Selasa, 07 Mei 2013

Bocah Sahabat Vespa

Ilustrasi
BANDUNG,- Pandangan mata Zian terlihat ambisius, raut mukanya menunjukan keceriaan, dan tidak tampak sedikit pun kesedihan dari wajah Anak bungsu pasangan Rahman (41) dan maya (38), warga Kampung Pasir Paros RT 02/01, Kecamatan Baleendah, Bandung.

Kedua tangan zian sangat kotor, badannya ber- aroma oli dan muka menjadi cemong tidak menyurutkan semangat dia dalam bekerja.

Selayaknya bocah seusianya, bermain kucing-kucingan dan bersekolah menjadi rutinitas. Tetapi dia memilih untuk tumbuh bersama Vespa dibanding bersekolah dan bermain dengan teman-teman sebayanya.

Ketika teman-teman sebayanya asyik bermain, berlari-lari dengan sebuah bola, bahkan ketika teman-temannya sibuk dengan aktivitas sekolahnya. Ia tetap pada pendiriannya, menjadi montir Vespa yang handal.

“Dia menolak bersekolah, padahal kami mampu menyekolahkannya” ujar Rahman saat menunggu anak bungsunya tersebut pulang, jumat (29/03). Zian bekerja di bengkel Vespa atas kemauannya sendiri.

Walaupun hanya diberi imbalan ketika ada pelanggan yang datang. Tetapi, ia sangat senang. Rahman mengatakan bahwa anak sulungnya tercatat sebagai sarjana sosial di universitas Islam Bandung. Hal tersebut membuktikan bahwa keluarganya mampu menyekolahkan kedua anaknya.

“Saya tidak pernah menyuruh Zian untuk bekerja dan tidak akan pernah meminta uang hasil kerjanya tersebut,” ujar Rahman. Ia mengaku pendapatan keluarganya lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Menurut Rahman, yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai swasta ini, sejak kecil Zian memang sudah diperkenalkan dengan Vespa oleh pamannya. Pamannya bernama Giri (28), pemilik bengkel vespa di jalan Adipati Agung nomer 42, Kabupaten Bandung.

“Saya tidak memposisikan Zian sebagai pegawai di bengkel ini”, ujar Giri saat ditemui di bengkel. “tetapi hanya memfasilitasi hobinya saja,” tambahnya. Giri mengakui bahwa dirinya tidak memaksa Zian untuk bekerja. Karena ia merasa iba saat melihat Zian berjibaku dengan Vespa.

“Bengkel ini sudah ada sejak 20 tahun lalu,” ujar Ega yang sehari-hari menjadi pegawai tetap di bengkel tersebut. Selain itu, Ega menambahkan bahwa dirinya sangat senang bekerja di bengkel bernama Bahagia Vespa tersebut. Tercatat ada tiga pegawai yang bekerja di Bahagia Vespa. Selain Zian dan Ega, ada seorang lagi yang bernama Agung. Akan tetapi ia sedang sakit dan sudah lama tidak bekerja lagi.

Pekerjanya professional, bocah yang bekerja sebagai montir, dan onderdil lengkap menjadi nilai positif bagi bengkel tersebut. “Saya sangat kagum atas keahlian yang dimiliki Zian” ujar Asep, salah seorang pelanggan bengkel. Ia menambahkan bahwa dirinya baru pertama kali melihat bocah yang bisa memperbaiki vespa selihai Zian.

Tercatat di Kecamatan Baleendah ada dua bengkel Vespa terkenal di mata pecinta Vespa. Dan salah satunya adalah Bahagia Vespa. Hal tersebut diutarakan oleh Angga, ketua dari komunitas Vespa yang berada di Kecamatan Baleendah tersebut.

“Saya sering berkunjung ke Bahagia Vespa. Selain pekerjaannya cepat, kelengkapan onderdilnya pun menjadi alasan saya selalu kesini,” ujar Angga saat membeli onderdil vespa di bengkel tersebut. (Aji Candra Asmara)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

 

Seputar Kita . Copyright 2013. All Rights Reserved. Revolution Theme-Template. Modified by Admin