Blogger Widgets

Selasa, 07 Mei 2013

Euforia Jurnalisme Online


Buku kang Romel, Jurnalistik Online
Kenapa dinamakan Euforia online journalism? Karena pada kesempatan ini, saya ingin membahas tentang tradisi di indonesia yang seolah latah dengan sesuatu yang baru. Tanpa melihat dari berbagai sudut pandang, segelintir masyarakat banyak yang terbuai oleh sesuatu yang menjadi trending topic di masyarakat. Mereka seolah dicuci otaknya agar mengikuti tren yang belum tentu bagus untuk dirinya sendiri.

Online journalism atau yang kita kenal dengan jurnalistik online saat ini menjadi suatu generasi baru dalam dunia jurnalistik. Sebelum membahas lebih jauh tentang dasyatnya dampak jurnalistik online, alangkah baiknya kita mengenal lebih dahulu arti dari jurnalistik online itu sendiri.

Seperti yang sudah kita kenal sebelumnya, bahwa jurnalistik adalah suatu kegiatan mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan informasi. Sedangkan online yaitu suatu keadaan yang saling terhubung dengan melibatkan internet sebagai media nya.

Oleh karena itu jurnalistik online dapat disimpulkan sebagai suatu proses penyampaian informasi melalui media online atau internet.

Pertumbuhan jurnalistik online bisa dibilang sangat cepat. Bagaimana tidak, jurnalistik online yang digolongkan sebagai generasi baru, kini menjadi media yang diperhitungkan dalam dunia jurnalistik. Bahkan menurut Asep Syamsul M. Romli atau kerap disapa kang Romel dalam bukunya “jurnalistik online” membahas secara detail tentang jurnalistik online, seperti diantaranya:
  • Prinsip jurnalistik online
  • Karakteristik jurnalistik online
  • Jurnalistik masa depan
  • Kilas sejarah jurnalistik online 

Jurnalistik online memang sangat dibutuhkan di zaman serba instan ini. Dengan hadirnya jurnalistik online, masyarakat yang disibukan oleh berbagai aktivitasnya kini bisa mengetahui informasi tanpa harus membeli surat kabar atau pun menonton televisi yang notabene dipenuhi oleh berbagai hiburan.

Akan tetapi keadaan seperti ini tidak selalu menguntungkan, salah satunya untuk media cetak. Di satu sisi jurnalistik online dianggap membantu perkembangan pers, tapi di sisi lain jurnalistik online juga menjadi momok yang menakutkan untuk media-media yang berbasis cetak.

Ketertinggalan media cetak saat ini menjadi pekerjaan rumah untuk pers-pers yang ada. Hal tersebut mungkin saja karena masyarakat berpindah haluan dari pembaca media cetak menjadi penikmat media online.

Kehebohan jurnalisme online yang melanda masyarakat di Indonesia sudah tidak perlu dipertanyakan kembali. Tetapi, kehebohan itu tidak selalu berdampak positif bagi semua orang. Media online pada saat ini seolah sebagai pasar bebas yang saling menyikut kanan-kiri. Sudah tidak asing lagi mendengar penyalahgunaan media online.

Ratusan bahkan ribuan modus yang dilakukan dalam media online kerap kita dengar dan tak sedikit pula oknum penyalahgunaan media online tertangkap polisi akibat pemalsuan, penipuan dan lain-lain.

Oleh karena itu, dengan tulisan ini saya berharap agar masyarakat indonesia lebih selektif dalam berbagai hal dan tidak terlalu larut dalam kehebohan yang melanda saat ini. Tetap menjadi seorang yang kritis dan memandang ke segala arah. (Aji Candra Asmara)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

 

Seputar Kita . Copyright 2013. All Rights Reserved. Revolution Theme-Template. Modified by Admin