![]() |
| Buku kang Romel, Jurnalistik Online |
Kenapa dinamakan
Euforia online journalism? Karena pada kesempatan ini, saya ingin membahas
tentang tradisi di indonesia yang seolah latah dengan sesuatu yang baru. Tanpa
melihat dari berbagai sudut pandang, segelintir masyarakat banyak yang terbuai
oleh sesuatu yang menjadi trending topic di masyarakat. Mereka seolah dicuci
otaknya agar mengikuti tren yang belum tentu bagus untuk dirinya sendiri.
Online journalism
atau yang kita kenal dengan jurnalistik online saat ini menjadi suatu generasi baru dalam dunia jurnalistik. Sebelum membahas lebih jauh tentang dasyatnya
dampak jurnalistik online, alangkah baiknya kita mengenal lebih dahulu arti
dari jurnalistik online itu sendiri.
Seperti yang sudah kita kenal sebelumnya,
bahwa jurnalistik adalah suatu kegiatan mencari, mengumpulkan, mengolah dan
menyebarkan informasi. Sedangkan online yaitu suatu keadaan yang saling
terhubung dengan melibatkan internet sebagai media nya.
Oleh karena itu
jurnalistik online dapat disimpulkan sebagai suatu proses penyampaian informasi
melalui media online atau internet.
Pertumbuhan
jurnalistik online bisa dibilang sangat cepat. Bagaimana tidak, jurnalistik
online yang digolongkan sebagai generasi baru, kini menjadi media yang
diperhitungkan dalam dunia jurnalistik. Bahkan menurut Asep Syamsul M. Romli atau kerap disapa kang Romel dalam bukunya “jurnalistik online” membahas secara detail tentang jurnalistik
online, seperti diantaranya:
- Prinsip jurnalistik online
- Karakteristik jurnalistik online
- Jurnalistik masa depan
- Kilas sejarah jurnalistik online
Jurnalistik online
memang sangat dibutuhkan di zaman serba instan ini. Dengan hadirnya jurnalistik
online, masyarakat yang disibukan oleh berbagai aktivitasnya kini bisa
mengetahui informasi tanpa harus membeli surat kabar atau pun menonton televisi
yang notabene dipenuhi oleh berbagai hiburan.
Akan tetapi keadaan
seperti ini tidak selalu menguntungkan, salah satunya untuk media cetak. Di satu
sisi jurnalistik online dianggap membantu perkembangan pers, tapi di sisi lain
jurnalistik online juga menjadi momok yang menakutkan untuk media-media yang
berbasis cetak.
Ketertinggalan media cetak saat ini menjadi pekerjaan rumah untuk pers-pers yang ada. Hal tersebut mungkin saja
karena masyarakat berpindah haluan dari pembaca media cetak menjadi penikmat media online.
Kehebohan
jurnalisme online yang melanda masyarakat di Indonesia sudah tidak perlu
dipertanyakan kembali. Tetapi, kehebohan itu tidak selalu berdampak positif
bagi semua orang. Media online pada saat ini seolah sebagai pasar bebas yang
saling menyikut kanan-kiri. Sudah tidak asing lagi mendengar penyalahgunaan
media online.
Ratusan bahkan ribuan modus yang dilakukan
dalam media online kerap kita dengar dan tak sedikit pula oknum penyalahgunaan
media online tertangkap polisi akibat pemalsuan, penipuan dan lain-lain.
Oleh karena itu,
dengan tulisan ini saya berharap agar masyarakat indonesia lebih selektif dalam
berbagai hal dan tidak terlalu larut dalam kehebohan yang melanda saat ini.
Tetap menjadi seorang yang kritis dan memandang ke segala arah. (Aji Candra Asmara)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar